Menu

3 Karakteristik Kapasitor Beserta Rumus Reaktansi

Kapasitor memiliki elektroda yang dapat mengalirkan tegangan listrik dan mengumpulkannya apabila dialiri tegangan dalam besaran tertentu, dimana elektroda tersebut berupa plat-plat metal yang dapat mengumpulkan arus listrik sehingga memberikan kapasitansi berbeda-beda tergantung jumlah plat tersebut yang sudah ditentukan nilainya.

Sebelum membahas mengenai rumus reaktansi kapasitor ada baiknya kita mengingat kembali karakteristik kapasitor yaitu sebuah topik yang memberikan pemahaman tersendiri disamping pengertian capasitor dan apa saja yang berhubungan dengan komponen elektronika tersebut.

 

Pendahuluan

Dalam tulisan terdahulu juga sudah dibahas mengenai jenis-jenis kapasitor yang sering digunakan, terdapat beberapa tipe capasitor berdasarkan fungsinya, yang memberikan pemahaman masing-masing sehingga kita harus dapat membedakan seperti apa bentuk dan karakteristik kapasitor tersebut, karena ini berhubungan dengan penggunaannya dalam rangkaian elektronika.

Terdapat beberapa jenis kapasitor yang sering dijumpai dalam rangkaian elektronika, adapun jenisnya dapat dilihat dalam poin-poin berikut:

  1. Kapasitor Kertas
  2. Kapasitor Keramik
  3. Kapasitor Milar
  4. Kapasitor Mika
  5. Kapasitor Film
  6. Kapasitor Elektrolit
  7. Kapasitor Tantalum

Dari enam jenis kapasitor diatas memiliki karakteristik yang berbeda dan dapat digunakan dalam sebuah rangkaian sehingga memberikan efek berbeda pula. Kita dapat melihat kembali salah satu ulasan mengenai dasar pengertian kapasitor pada artikel terdahulu yang telah diterbitkan cukup lama.

 

Menelisik lebih jauh mengenai karakteristik kapasitor

Dari apa yang dijelaskan sebelumnya dan dalam tulisan diatas tentu kita dapat memahami bahwa kapasitor memiliki ciri khusus tersendiri kaitannya dengan fungsi dan kegunaannya dalam sebuah rangkaian, yang akan memberikan karakter tersendiri sehingga seseorang dapat menarik kesimpulan menarik mengenai apa yang harus dilakukan untuk menemukan kebaikan dari kapasitor yang digunakan, dan bagaimana menyikapi keadaan tersebut sehingga membawa perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.

Diantara karakteristik kapasitor adalah :

  • Sifatnya terhadap tegangan dc adalah sebuah hambatan yang sangat besar.
  • Ketika dialiri tegangan ac mempunyai resistansi yang berubah mengikuti frekuensi kerja.
  • Dapat menimbulkan pergeseran fasa apabila dialiri tegangan AC.

Melihat karakteristik diatas kita dapat mengerti bahwa sifat kapasitor adalah menjadi hambatan yang besar saat dialiri tegangan dc, sehingga hal ini memberikan keuntungan ketika dipasang dalam sebuah rangkaian yang akan membutuhkan kapasitansi namun tidak akan berpengaruh pada besaran hambatan dan tegangan yang ada.

Baca juga mengenai percobaan pengujian kapasitor

 

Rumus reaktansi kapasitor

Pengertian reaktansi adalah reaksi kapasitor ketika dialiri tegangan ac yang akan menimbulkan resistensi. Disimbolkan dengan Xc, besarnya reaktansi kapasitor ditulis dengan rumus :

Xc = 1/(2πFc)

Keterangan :
Xc = Reaktansi kapasitif (ohm)
F = frekuensi kerja rangkain dalam satuan hertz
c = kapasitansi (farad)

Pada rumus diatas dapat dikembangkan menjadi beragam keperluan sehingga dapat memungkinkan kita mencari besaran reaktansi yang terjadi ketika sebuah kapasitor dialiri tegangan ac dalam besaran tertentu. Yang mempengaruhi besarnya reaktansi ini tidak  luput pula dari nilai kapasitor itu sendiri sehingga akan memberikan reaksi yang berbeda antara capasitor dengan nilai besar dengan yang nilainya kecil.