Menu

5 Penyebab Tegangan B+ Drop Naik Turun atau Tidak ada (TV Sharp, Lg, Polytron, China)

Salah satu hal yang membuat pusing bagi kita yang sering memperbaiki televisi rusak adalah ketika mencari penyebab tegangan B+ drop pada Tv, karena hal ini cukup rumit untuk dicari atau mendeteksi sumber permasalahannya. Kerusakan TV polytron tegangan B+ drop semua menyebabkan kita pusing, atau yang pernah saya alami adalah pada tv sharp tegangan b+ tidak ada, ketika dinyalakan tadinya seperti protek, ternyata penyebabnya adalah tegangan b+ tidak stabil, naik turun sehingga sulit dideteksi mana komponen mana yang tidak berfungsi normal.

Masalah seperti ini tentu bukan hal baru di dunia teknisi, sehingga menyebabkan kita kadang hampir putus asa menghadapi masalah tersebut. Bahkan pernah saya terpaksa harus ganti mesin alias angkat tangan karena masalah b+ drop yang tidak kunjung selesai. Waktu itu adalah pada televisi samsung flat 21 inch dan tv lg, rusak tegangan b+ sangat kecil namun tidak kunjung ketemu dimasa letak kerusakannya. Ya terpaksa harus beli mesin tv china karena dikejar pelanggan yang ingin televisi lekas selesai, proses cangkok mesin pun dilakukan, hh..

Mencari penyebab tegangan B+ drop pada televisi

Kalau kita mau mengurut satu persatu sebenarnya dapat dilakukan untuk mendeteksi kerusakan tegangan b+ tidak stabil atau bahkan drop ini. Contoh kasus yang saya alami adalah pada televisi sharp 14 inch, yang rusak tegangan b+ drop, sudah di open kaki fly back, jalur, b+ dan jalur 12 volt namun kondisi masih tidak ada perubahan. Setelah saya cek lagi ternyata penyebabnya bukan dari jalur b+ yang mengalami kerusakan, namun ternyata dari blok power supply yang tidak kuat mengangkat, alias tegangannya memang sudah lemah dari power supply.

Kemudian mencari solusi dengan mengurut semua jalur power supply, dan ditemukan salah satu kaki elco yang berkarat, setelah dicek malah patah kakinya. Dan setelah ganti elco permasalahan selesai, tv mau ngangkat dan langsung menyala.

Namun pernah juga mengalami masalah ini pada tv lain dan ternyata kerusakannya berbeda juga. Inilah mengapa kita harus selalu update pengalaman karena memang satu kerusakan kadang penyebabnya bermacam-macam.

 

Lokasi kerusakan yang menyebabkan tegangan B+ Drop

Beberapa sebab tv tegangan b+ naik turun atau drop, yang pernah saya alami:

  1. Fly back short atau rusak, ini dapat diketahui saat kita open kaki b+ fly back maka tegangan akan normal
  2. Elco b+ patah kakinya atau berkarat, atau rusak gembung. Ini dapat di cek dengan seksama dari kondisi fisiknya, jangan tertipu karena kadang-kadang elco harus digoyang goyang untuk tahu kalau kakinya berkarat atau patah
  3. ada resistor putus atau mati, ini paling mudah atau bisa juga paling susah untuk di deteksi karena kita kadang dapat mengukur tegangannya namun saat tegangan drop semua nampak sama saja antara resistor putus atau yang masih bagus
  4. Kerusakan di blok power supply. Ini yang biasanya bikin pusing, memang tidak mudah mendeteksinya. Biasanya ada komponen berkarat, elco, ic, juga pernah saya menemukan vr atau trimpot yang melar alias tidak bekerja dengan baik karena tahanannya berubah nilai.
  5. Transistor horizontal bocor, kadang kita menganggap transistor masih bagus saat diukur. Namun saat dinyalakan ternyata tidak bekerja dengan baik karena bocor. Solusinya, coba langsung diganti dulu transistornya

 

Kesimpulan

Atara teori dan praktek di lapangan memang kadang tidak sama, saran saya silakan dicari dan dicermati kembali apabila Anda menemukan kasus kerusakan tv tegangan b+ drop, karena bisa saja ketika kita sudah menyimpulkan bahwa hal itu rumit ternyata setelah ketemu hanya kerusakan yang mudah dipahami.

Kembali lagi kita harus cermat dan teliti apalagi mengerjakan televisi milik pelanggan adalah salah satu tanggung jawab besar, ada orang yang menantikan kabar gembira dari kita saat televisi miliknya menyala normal kembali. Intinya harus tetap semangat dan pantang menyerah.