Menu

Modif tone control bass nendang plus subwoofer

Merakit sendiri tone control sederhana atau skema subwoofer transistor namun dapat memberikan kualitas suara yang baik membuat kita kian ingin tahu bagaimana cara modif tone control bass nendang sehingga menghasilkan performa paling baik. Ini sama halnya menemukan skema tone control plus subwoofer yang dapat dibuat sendiri, pada akhirnya akan memberikan pengalaman dalam menangani hal tersebut sehingga akhirnya membawa perubahan seperti yang dikehendaki.

Memiliki rangkaian amplifier buatan sendiri dengan suara yang mantap baik itu bass, treble, maupun midrange memang suatu kepuasan. Ini memberikan kebanggaan tersendiri ketika kita mampu membuat rangkaian yang memiliki suara bagus apalagi menggunakan komponen pilihan yang dibeli terpisah.

Namun perlu juga diketahui beberapa hal sebelum melakukan modifikasi tone control untuk menambah nada bass, karena peruntukan dari perangkat tersebut harus sesuai dengan power amplifier yang nantinya digunakan. Sehingga ada sinergi mendalam yang melahirkan kebaikan dan keseimbangan dalam sebuah rangkaian amplifier secara utuh.

 

Pertimbangan sebelum modif tone control

Meskipun melakukan perubahan pada nilai komponen tone control dapat dilakukan demi mendapatkan rentang nada yang di inginkan, namun akan lebih bagus kalau tetap memperhatikan hal itu apakah akan berdampak serius pada rangkaian kita selanjutnya dan apakah aman untuk dilakukan.

Hal ini penting dimengerti sehingga kita memiliki gambaran mengenai hasil dari modifikasi tersebut kaitannya dengan perubahan yang ada dan bagaimana menangani dengan  baik agar segalanya dapat menjadi lebih baik lagi pada akhirnya, dan hasil yang dicapai dapat maksimal termasuk  suara yang dihasilkan.

Beberapa hal yang patut diperhatikan:

  1. Sumber tegangan atau power supply, apakah dari baterai atau transformator atau ac matic
  2. Akan digunakan untuk rangkaian mono atau stereo
  3. Berapa besaran beban yang akan disambungkan pada rangkaian tersebut
  4. Rentang tegangan yang ada
  5. Berapa watt power amplifier yang hendak dipasang tone control tersebut

Dari beberapa faktor diatas maka kita dapat mempertimbangkan bagaimana modif yang paling sesuai untuk tone control tersebut. Dan kiranya dampak seperti apa yang bakal dihasilkan, sehingga tetap dapat memberikan kinerja optimal bagi amplifier secara menyeluruh.

 

Proses modifikasi tone control agar bass nendang

Meskipun sudah memiliki gambaran mengenai rangkaian yang dimaksud, namun tidak ada salahnya kita menilik kembali bagaimana cara kerja tone control terutama untuk mengurangi atau menambah efek bass dan treble pada tiap komponennya.

Sebenarnya ilmu untuk menambah nada bass pada tone control adalah dengan merubah nilai resistor yang ada pada salah satu kaki potensio bass yang menuju ke ground. Ini akan merubah rentang frekuensi yang dihasilkan, karena cara kerjanya adalah menekan nada mid atau vocal, semakin besar nilai resistor maka nada tengah atau mid akan semakin menonjol. Sebaliknya, semakin kecil nilai resistor maka mid semakin tenggelam, efeknya nada bass semakin terasa besar.

Pada gambar skema diatas kita dapat melihat posisi resistor yang memiliki pengaruh perubahan bass sehingga kita dapat merubah nilainya. Makin kecil nilai hambatan resistor tersebut efeknya nada bass makin terasa dan mid makin ditekan.

Pada rangkaian tersebut juga dilengkapi potensio subwoofer atau bass boost untuk nada bass yang lebih besar. Namun kalau nada bass dirasa terlalu besar karena power amplifier yang terlalu kecil, maka dapat disesuaikan sesuai keperluan.

Di pertemuan mendatang, kita akan membahas lebih lanjut mengenai proses yang dimaksud terutama pada aplikasi secara langsung melalui praktek sehingga memberikan pemahaman mendalam bagi Anda yang mau mencobanya.