Menu

Rangkaian LED Flashing Love

Rangkaian LED Flashing Love – Orang bilang tanpa cinta hidup terasa hambar. Benar kan? Coba deh, yang pernah patah hati atau putus cinta pasti akan cepat-cepat meng-iya-kan. Cinta memang benar-benar dahsyat hingga lambang cinta pun dibuat seromantis mungkin berupa jantung hati berwarna pink lagi. Untuk menunjukkan rasa cinta atau romantisme tentu banyak cara dilakukan orang, termasuk dengan membuat hiasan yang memakai lambang atau logo jantung hati.

Yuk, sekarang kita coba berkreasi membuat hiasan atau ornamen untuk dipasang di kamar tidur, pintu kamar atau tempat yang lainnya. Kali ini kita coba berhasta karya dengan menggunakan LED. Yap, Rangkaian LED Flashing Love. Biar punya sedikit gambaran silakan lihat dan pelajari gambar skemanya di bawah ini.

index.jpeg

Gambar Skema Rangkaian LED Flashing Love

Gambar Skema Rangkaian LED Flashing Love

Berikut ini daftar komponen yang diperlukan :
Resistor
R1, R2 =  470 ohm, 1/2 watt
R3-R5  =  100 ohm, 3 watt
R6-R8  =  1000 ohm, 1.4 watt
R9     =  5000 ohm potensiometer
Kapasitor
C1, C2  = 100uF/16 volt
Semikonduktor
IC1    =  4047,
Q1-Q3  =  2n3643 transistor NPN atau equivalen
Dioda
LED1-LED84    = LED warna kuning
LED85-LED126  = LED warna merah
LED127-LED142 = LED warna hijau
Komponen Lain :
PS1  = 12VDC @ 500mA

Rangkaian LED Flashing Love ini terdiri dari IC 4047 yakni monostable berdaya rendah. IC1 digunakan dalam modus astabil untuk menyediakan pulsa waktu guna mengontrol tingkat flash LED. Untuk mencapai modus astabil, pin 4, 5, 6, dan 14 terhubung ke +12 VDC dan, pin 7 8, 9, dan 12 terhubung ke tanah. Pin 1 dan 3 terhubung ke C2 dan pin 2 dan 3 terhubung ke potensiometer R9. Sebuah resistor nilai tetap dapat digunakan di tempat potensiometer R9, jika tingkat kilat tidak perlu disesuaikan. Ketiga pin membentuk rangkaian waktu R-C. Pulsa output dari 4047 diambil dari pin 10, 11 dan 13. Pin 10 adalah output Q dan pin 11 adalah output Q-tidak. Kedua pin masing-masing terhubung ke R6 dan R7.