Menu

Rangkaian Loudness untuk Amplifier, Fungsi, Serta Cara Memasangnya

Hai sahabat rangkaian elektronika, kembali berjumpa dalam tulisan kali ini. Yang akan kita bahas adalah tentang apa itu rangkaian loudness, pengertian loudness, serta memberikan skema rangkaian loudness aktis barangkali berguna bagi sahabat yang hendak bereksperimen dengan ampilifiernya, siapa tahu dapat menambah efek suara yang lebih mantap, pastinya dengan mengetahui cara memasang rangkaian loudness pada amplifier akan menjadikan kita lebih memahami apa yang perlu diketahui sehingga dapat mencoba hal baru sendiri.

Hobi elektronika memang asik, dan selalu menghadirkan hal baru ketika kita melakukan eksperimen. Seperti membiayai hobi yang tidak ada habisnya, karena semakin kita berkreasi akan muncul ide-ide baru untuk menyempurnakan percobaan kita sebelumnya.

Baik admin rasa cukup basa-basinya, kali ini kita akan membahas mengenai rangkaian loudness untuk amplifier, sebagai kit tambahan tentu kita harus merakitnya sendiri. Sampai selanjutnya dapat mengetest dan memasang sendiri tanpa kendala dan diharapkan dapat disesuaikan dengan power amplifier maupun equalizer yang kita gunakan.

Apa Tujuan Memasang Rangkaian Loudness?

Secara umum rangkaian loudness berfungsi menambah nada bass maupun treble, menjernihkan kualitas audio dan meredam adanya noise yang mengganggu. Namun pada prakteknya tidak semua orang menyukai penambahan rangkaian loudness pada perangkat amplifier mereka, pasalnya secara default loudness akan menambah suara treble dan bass secara berlebihan, sehingga kesan suara vokal atau midrange jadi tenggelam. Namun hal ini dapat diatasi ketika kita melakukan setting yang benar dan menyesuaikan komponen-komponen dengan  tepat, sehingga efek berlebihan dari loudness dapat dihindari.

Untuk yang suka nada bass dan treble dominan, rangkaian loudness aktif adalah solusinya, karena dapat memberikan efek bass dan treble yang jernih, kuat dengan nada tengah yang sedikit diturunkan. Selain loudness aktif, ada pula rangkaian loudness pasif, perbedaannya hanya terletak pada penggunaan beberapa komponen.

Gambar rangkaian loudness dengan keterangan nilai-nilai komponen yang lengkap

Memilih rangkaian loudness yang sederhana, mudah dibuat dan dipahami alur-alur tiap komponennya akan membantu kita dalam merakit loudness sendiri. Mungkin ada banyak diluar sana rangkaian yang kompleks, dengan komponen yang lebih banyak.

Namun kali ini kita akan mengulas mengenai rangkaian loudness yang cukup sederhana sehingga bisa kita rangkai sendiri dirumah, dan memilih komponen dengan tepat sehingga fungsi dari loudness aktif ini akan semakin teerasa.

Berikut gambar skema loudness aktif yang admin pilihkan dari sumber internet:

Silahkan klik gambar untuk memperbesar

Dari gambar diatas dapat kita lihat bahwa loudness tersebut hanya menggunakan 2 buah transistor saja sebagai komponen aktifnya. Jadi bisa dikatakan sangat sederhana dan mudah dibuat, kalau ingin membuat rangkaian loudness stereo, tinggal kita tambahkan kanal satunya dengan daftar komponen yang sama persis. Tentu memerlukan waktu dan keterampilan untuk menggambar di pcb nanti.

Silakan bagi yang ingin mencoba, untuk melihat masing-masing komponen diatas sehingga dapat digunakan sebagai mestinya. Kalau kita mendapati hasil suara yang kurang maksimal, tentu dapat disesuaikan besarnya nilai kapasitor dan resistor untuk mendapatkan nilai yang tepat.

Jung perlu diperhatikan bahwa rangkaian loudness diatas hanya cocok untuk amplifier dengan daya kecil sampai menengah, karena kalau daya yang cukup besar maka efek suaranya tidak maksimal bahkan hampir tidak terdengar perubahan yang nyata.

Cara pasang rangkaian loudness pada amplifier

Secara sederhana dapat kita jelaskan bahwa pemasangan rangkaian loudness yang baik adalah setelah pre-amp, entah itu setelah pre-amp head, setelah rangkaian tuner, atau setelah line-in. Kemudian output loudness akan masuk pada input tone control atau equalizer. Selanjutnya dari tone control baru dikuatkan dengan power amplifier.