Menu
Escort Eskişehir escort bodrum

Rangkaian Organ Transistor

Mengapa rangkaian ini dinamakan Rangkaian Organ Transistor? Rangkaian organ transistor menggunakan transistor sebagai komponen utama dan jantung dari rangkaian ini, bukannya IC yang sering digunakan pada rangkaian sejenis. Sekarang umumnya, nyaris setiap rangkaian menggunakan IC sebagai motor penggerak. Pada rangkaian ini, saya mencoba menyajikan sebuah perbedaan dengan kembali menggunakan transistor sebagai komponen penting.

Rangkaian Organ Transistor adalah rangkaian sederhana yang dapat memberikan suasana enjoy saat Anda belajar lagu, bermain duet atau hanya membuat beberapa suara benar-benar aneh dengan menekan semua tombol sekaligus. Anda mungkin telah melihat rangkaian ini sebelumnya. Rangkaia ini cukup umum. Kami telah melihat dalam beberapa buku. Hal terbaik tentang rangkaian ini adalah bahwa Anda dapat mengatur setiap catatan individu, atau pergi ke oktaf baru dengan mengubah satu kapasitor (C1). Karena itu adalah hal yang mungkin untuk seluruh organ ensembel yang menggunakan transistor.

Gambar Skema Rangkaian Organ Transistor

Gambar Skema Rangkaian Organ Transistor

Berikut ini daftar komponen yang diperlukan untuk membuat Rangkaian Organ Transistor :
R1- R8 = 250K Trim atau Regular Pot
R9, R12 = 100 Ohm 1/4 W r
R10 = 10K 1/4 W
R11 = 220 Ohm 1/4 W
R13 = 5K Potensiometer
C1 = 0.01uF Kapasitor
C2 = 0.1uF Kapasitor
Q1 = 2N4891 Transistor Unijunction
Q2 = 2N2222 atau Transistor 2N3904
S1-S8 = Saklar SPST
SPKR = 8 Ohm 2 W Speaker
Lain-lain = Kabel, papan rangkaian, knop

Selamat mencoba dan semoga berhasil.