Home / Rangkaian Elektronika / Rangkaian Sensor Dingin

Rangkaian Sensor Dingin

Rangkaian Sensor Dingin adalah rangkaian elektronika untuk memonitor tingkat suhu pada AC, laboratorium,  tempat pendingin dan lain-lain. Dengan demikian Anda akan mengetahui  apakah suhu rendah tetap terjaga dalam ruangan atau tidak. Rangkaian ini memberi indikasi audio visual ketika sistem pendingin udara atau sistem pembekuan gagal dan suhu naik. Hal ini untuk mencegah pembusukan pada bahan/materi yang disimpan. Jika suhu berada di atas tingkat preset akan memberikan indikasi LED pertama dan setelah empat menit akan memberikan bunyi “beep” keras yang segera mengundang perhatian.

Rangkaian Sensor Dingin ini menggunakan Thermister NTC sebagai sensor suhu. Ketahanan menurun ketika suhu di sekitarnya meningkat di atas satu derajat atau lebih. IC1 adalah sebagai komparator tegangan dengan input inverting dan non inverting, terikat dengan dua pembagi potensial. Input non inverting (pin3) menerima tegangan variabel dari pembagi potensial terdiri dari Thermister NTC dan VR1. Demikian pula, input inverting  (pin 2) juga menerima tegangan yang disesuaikan dari pembagi R1 dan VR2. Preset VR1 menyesuaikan tingkat tegangan pada pin 3 sedikit lebih rendah dari pin 2 dalam keadaan “idle” dimana suhu ruangan di bawah 26 derajat. VR2 menyesuaikan tingkat tegangan pada PIN2 dari IC1 sedikit lebih tinggi dari pin 3.

Gambar Skema Rangkaian Sensor Dingin

Biasanya IC1 akan memberikan output nol volt sejak pin3 mendapat tegangan lebih rendah dari pin2. Hal ini karena resistensi yang tinggi dari Thermister dalam dingin. Ketika sistem Refrigerasi gagal, suhu ruangan naik di atas 30 derajat dan resistensi Thermister menurun. Ini memungkinkan arus lebih mengalir ke pin 3 dan output dari IC1 menjadi tinggi. Hal ini memicu bergantian pada LED kuning dan T1 menunjukkan bahwa suhu ruangan meningkat. Jika kondisi ini berlanjut, T1 tetap bekerja dan reset pin 12 dari IC2 mencapai potensi tanah dan IC2 mulai berosilasi. Dengan nilai yang diberikan dari C1 dan R5, output Q8 menjadi tinggi setelah 2 menit. Hal ini membuat LED merah berkedip. Jika kondisi terus berlanjut, output Q9 menjadi tinggi setelah 4 menit dan bel mulai berbunyi. Singkatnya, jika sistem pendingin tidak dimatikan dalam waktu 4 menit bel berbunyi untuk mengundang perhatian. Jadi Rangkaian Sensor Dingin ini penting untuk  Amda gunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top