Rangkaian Metronom

Rangkaian metronom menggunakan komponen-komponen yang sederhana saja. Rangkaian utama terdiri dari osilator sumbatan (blocking oscillator) yang umpan baliknya diselenggarakan dari kolektor ke emitor. Trafo umpan baliknya (L1-L2) dapat dipakai dari trafo output yang berasal dari penerima radio murahan.

Jangkah (batas jangkauan) frekuensi ditetapkan oleh R2 dan R3. Pelawan-pelawan ini akan dapat juga dilaksanakan sebagai potensiometer. Ini akan terutama berguna bagi musisi lagu-lagu klasik. Batas frekuensi terendah dan batas frekuensi tertinggi dapat ditetapkan dengan menandingkannya (menera) dengan metronom mekanik. Juga titik-titik lain dalam skalanya dapat ditera dalam skala Bach dari metronom mekanik itu. Dengan nilai-nilai R1, R2, R3 dan C1 seperti di gambar, frekuensi adalah antara kira-kira 40-210 detak per menit. Ini akan berguna bagi musisi lagu-lagu modern. Berikut ini gambar skema Rangkaian Metronom.

Gambar Skema Rangkaian Metronom
Gambar Skema Rangkaian Metronom

Range yang lebar ini baik kalau direntangkan dalam dua skala. Bagian terakhir skala jangan dipakai sebab tidak akurat karena berjalan tidak linier. C1 harus yang arus bocorannya sangat kecil saja. Baiknya kalau memakai kondensator tantalum. Osilator sangat peka terhadap perubahan-perubahan dalam sumber daya, karena itu perlu di-dekopel (digandeng) dengan C2. Pengeras suara adalah bekas pengeras suara (loudspeaker) penerima radio murahan.

Baca juga:  Rangkaian Mini Audio Amplifier Sederhana

Rangkaian metronom ini harus mengeluarkan bunyi-bunyi detak yang kering, tanpa nada-nada bawah (bass). Trafo yang dipakai menentukan warna bunyi itu. Warna bunyi ditetapkan juga oleh C3, pengeras suara dan akustik ruangan. Sembarang jenis transistor dapat dipakai (germanium ataupun silikon). Jikalau menggunakan transistor silikon, maka beberapa komponen mungkin perlu diubah nilainya. Penarikan arus sangat kecil saja: kurang dari 1 ma.