Memahami lebih jauh bagaimana cara menambah watt power amplifier mobil sebenarnya tidak terlalu rumit, yang perlu diketahui adalah bahwa sebuah powet amplifier yang sudah dirakit menjadi barang siap pakai akan sulit untuk dinaikkan dayanya, solusinya adalah untuk menaikkan daya amplifier mobil dengan sistem penggabungan antara channel kiri dan kanan atau kombinasi keduanya. Bisa juga dengan merubah tahanan pada beban, dalam hal ini mengecilkan tahanan pada speaker sehingga power amplier lebih ringan untuk bekerja dan suara yang dihasilkan lebih keras karena karena hambatan yang kecil tersebut.
Cara menaikkan daya power amplifier mobil sebenarnya tidak terlalu sulit, apalagi kalau kita sudah memahami prinsip kerja rangkaian amplifier mobil sehingga apa yang dilakukan adalah menemukan solusi untuk masalah yang ditimbulkan terkait amplifier tersebut. Jangan sampai hobi yang sudah ditekuni pada akhirny akan melahirkan hal baru yang membuat kita tidak puas, padahal ada banyak solusi untuk mengatasi masalah tersebut sehingga orang akhirnya akan menemukan trik mereka sendiri untuk membuat sesuatu yang baik.
Lantas bagaimana langkah untuk menambah daya power ampli pada mobil tersebut? Apakah memerlukan tambahan rangkaian khusus atau cukup kita akali dengan beberapa kiat hingga akhirnya diperoleh daya yang sesuai seperti keinginan? Ini yang kadang tidak kita mengerti, harus ada kiat untuk memberikan kesan yang lebih baik dari apa yang dilakukan selama ini sehingga apa yang dicapai adalah bagian dari keinginan untuk memiliki amplifier dengan watt tinggi namun tidak perlu melakukan banyak perubahan.
Menaikkan daya power amplifier mobil dengan sistem bridge
Secara default, sebenarnya pada tape mobil atau amplifier mobil disediakan sistem output dari power amplifier yang ke speaker dengan 2 cara yaitu cara biasa dengan pemisahan channel L dan R, dan bisa pula dipasang dengan sistem brigde.
Ini dapat kita lihat pada konektor belakang bagian yang menuju ke speaker. Lebih jelasnya silakan lihat pada gambar berikut.

Dari gambar diatas nampak bahwa konfigurasi speaker pada channel L dan R dapat dipasang secara normal, yang menghasilkan 4 channel masing-masing 2 L dan 2 R. Namun ketika kita memasang speaker dengan menggabungkan 4 channel tersebut menjadi 2 channel saja, maka daya yang dihasilkan akan naik.
Inilah yang disebut dengan bridge amplifier dengan menggabungkan channel kiri dan kanan yang akan menghasilkan output dengan watt lebih tinggi karena merupakan gabungan dari keduanya.
Bagaimana cara bridge amplifier bekerja?
Mengapa daya yang dihasilkan dari bridge power amplifier menjadi sangat besar, bagaimana proses penambahan daya ini? Menggunakan sinyal negatif dari satu saluran dengan sinyal positif dari saluran lain secara efektif menggandakan apa yang masing-masing saluran dapat keluarkan melalui beban 2-ohm. Biasanya, ini adalah watt maksimum yang bisa dikeluarkan oleh power amplifier. Jadi, pada saat kita memasang amplifier dengan sistem bridge, itu artinya kita juga membuat sistem daya keluaran dari amplifier tersebut lebih optimal.

Ketika kita memperoleh daya keluaran yang lebih tinggi maka ini akan bagus, karena pengoptimalan yang dilakukan tentu saja sudah bekerja. Namun perlu di ingat kembali bahwa sistem ini juga akan mengurangi jumlah channel yang ada sehingga penyesuaian pemasangan speaker juga harus dilakukan untuk menghindari terjadinya korsleting antar channel karena pemasangan lama jelas berbeda setelah power amplifier dikonfigurasikan pada sistem jembatan atau bridge.