Menu

Fungsi Termokopel, Sejarah Ditemukan, Pengertian, dan Jenis-Jenisnya

Termokopel adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur suhu dengan mengandalkan probe yang memiliki sensor, perangkat ini kerap dijumpai dalam industri rumah tangga, perangkat berat, hingga penggunaan dalam skala besar yakni sistem pembangkit listrik berdaya besar.

Meskipun penggunaan termokopel atau thermocouple kerap dijumpai, namun tidak semua orang mengenal alat ini apalagi bentuk termokopel sendiri memiliki banyak jenis. Termokopel mempunyai bentuk utama yang terdiri dari probe yang terbuat dari material logam konduktor, alat ini memang digunakan khusus untuk keperluan pengukuran suhu yang mengandalkan sensor.

Pengertian

Termokopel adalah alat pengukur suhu berbasis sensor yang mempunyai bentuk berupa dua kabel penghantar yang disatukan pada ujung logam, pada kedua ujung tersebut terdapat sensor yang berguna untuk mendeteksi perubahan suhu.

Satu probe atau ujung logam ditempatkan pada suhu rendah atau suhu tetap yang konstan, sementara ujung lainnya akan digunakan untuk keperluan pengukuran yang ditempatkan pada bagian yang hendak diukur suhunya.

Termokopel yang dalam bahasa Inggris disebuat Thermocouple adalah alat pengukur suhu dengan sifat penghantar listrik atau konduktor dengan mengandalkan sensor dengan nilai tertentu. Kedua ujung konduktor pada termokopel mempunyai sifat penghantar yang tidak sama, yang menyebabkan munculnya sifat thermo electric.

Sejarah

Pada abad ke-18 tepatnya pada tahun 1821 alat ukur termokopel pertama kali ditemukan oleh ilmuwan yang bernama Thomas Johann Seebeck, seorang ilmuwan berkebangsaan Estonia, sebuah negara di Eropa.

Seiring perkembangan jaman, alat ukur termokopel mengalami perubahan bentuk dan efisiensi, yang memungkinkan penggunaan pada perangkat lebih luas dari sebelumnya.

Dibarengi dengan kemajuan era teknologi saat ini, termokopel banyak dijumpat pada perangkat elektronika mulai dari perangkat rumah tangga hingga penggunaan dalam skala industri, dimana pengukuran suhu diperlukan dalam keadaan tertentu sehingga peran termokopel juga amat penting.

Fungsi

Fungsi termokopel adalah untuk pengukuran suhu yang mendeteksi perubahan suhu dengan perangkat sensor didalamnya. Termokopel digunakan pada perangkat elektronika rumah tangga, industri, dunia medis, hingga pembangkit listrik

Termokopel digunakan untuk mengukur suhu pada dua bagian logam yang berbeda, seperti bentuknya yang mempunyai dua buah ujung logam. Fungsi lain termokopel adalah mendeteksi perubahan panas pada suatu benda logam yang nantinya akan berguna untuk mengatur sensor atau sistem kerja dari perangkat tersebut.

Rentang suhu yang diperoleh pada penggunaan termokopel berkisar antara -200 celcius hingga 2000 celcius. Perangkat ini banyak digunakan karena mempunyai kelebihan respon yang cepat pada perubahan panas suatu benda logam, inilah salah satu keuntungan menggunakan termokopel.

Jenis-Jenis Termokopel

Berdasarkan bentuk dan fungsinya, termokopel mempunyai beberapa tipe yang kerap dijumpai. Ini disesuaikan dengan aplikasi penggunaan yang berbeda, silakan simak pada penjelasan berikut.

Tipe K

Simbol termokopel K

Termokopel tipe K adalah alat ukur yang dibuat dari bahan dengan sifat positif dan negatif, bahan tersebut bernama Ni-cr dan Ni-al. Termokopel tipe ini sangat cocok untuk pengukuran suhu dimana cakupan penggunaannya adalah paling luas.

Bentuk fisik termokopel tipe K ditandai dengan kutub positif yang menggunakan kabel warna kuning, sementara pada kutub negatif menggunakan kabel berwarna merah. Rentang cakupan pengukuran tipe K adalah mulai -260 derajat celcius hingga suhu maksimum 1200 derajat celcius.

Tipe E

Simbol termokopel E

Termokopel tipe E digunakan pada pengukuran suhu yang lebih rendah, dimana penggunaan ini agak terbatas dibandingkan dengan tipe K. Material yang digunakan untuk membuat termokopel tipe E adalah chromel.

Kemampuan pengukuran suhu pada termokopel tipe E adalah berkisar hingga 68 derajat celcius.

Tipe N

Simbol termokopel Tipe N

Termokopel tipe N dibuat dengan mengunakan material Nicrosil, dimana material ini punya sifat sangat tahan panas dengan karakter stabil terhadap perubahan suhu.

Suhu kerja termokopel tipe N adalah pada 600 derajat cescius, namun tipe ini mampu melakukan pengukuran hingga suhu 1200 celcius.

Tipe J

Simbol termokopel Tipe J

Cakupan penggunaan termokopel tipe J amat terbatas karena kemampuan pengukuran suhunya yang teerbatas. Tipe ini tidak banyak digunakan karena lebih populer tipe lain yang punya banyak kelebihan.Rentang suhu yang mampu diukur mulai -40 derajat celcius hingga 750 derajat celcius.

Tipe T

Simbol termokopel Tipe T

Tipe yang terakhir adalah tipe T, dimana rentang suhu yang mampu diukur termokopel jenis ini berkisar antara -200 derajat hingga 350 derajat celcius.