Menu

Pengertian Rangkaian Inverter Setengah Gelombang dan Gelombang Penuh

Pengertian inverter secara umum adalah rangkaian yang berfungsi untuk mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC serta mengubahnya menjadi nilai tegangan yang lebih tinggi. Sebuah rangkaian inverter dapat mengubah tegangan dc dari sumber tegangan 12 volt, misalnya akumulator menjadi tegangan AC dengan voltase lebih tinggi. Pada umumnya inverter digunakan untuk mensupply perangkat yang memerlukan tegangan ac sebagai sumber daya utamanya.

Inverter juga digunakan untuk menaikkan tegangan dari tegangan dc menjadi tegangan ac dengan nilai tegangan lebih tinggi namun umumnya dengan arus yang lebih kecil. Memahami perbedaan inverter setengah gelombang dengan gelombang penuh memang tidak mudah, apabila kita tidak mencermati secara mendalam kedua jenis inverter ini.

Penggunaan inverter dapat kita temukan contohnya pada kendaraan bermotor, dimana tegangan dari aki yang merupakan dc 12 volt dirubah menjadi tegangan ac untuk keperluan yang lebih luas, atau pada rangkaian lampu darurat yang menggunakan lampu neon. Kadangkala juga menggunakan prinsip kerja inverter didalamnya.

Penggunaan lain dapat dilihat pada pesawat televisi dan komputer, dimana untuk menyalakan crt atau layar tabung atau lcd monitor, diperlukan arus ac tegangan tinggi. Maka tegangan dc dari power supply dikuatkan dan dirubah menjadi tegangan ac untuk menyalakan layar tersebut.

Menurut prinsip kerjanya, inverter terbagi menjadi dua jenis. Berikut ini kedua jenis skema inverter setengah gelombang dan rangkaian inverter gelombang penuh.

 

Inverter setengah gelombang

Inverter satu fasa dengan prinsip kerja setengah gelombang dapat diamati pada skema dibawah ini ini, dimana komponen yang digunakan pada dasarnya terdiri dari 2 buah transistor dan 2 dioda yang akan menghasilkan tegangan satu fasa setengah gelombang.

Pada saat transistor Q1 yang hidup pada waktu T0/2, tegangan yang mengalir di beban V0 sebesar Vs/2. Sedangkan bila transistor Q2 hanya menyala untuk T0/2, Vs/2 maka akan melewati beban. Q1 dan Q2 didesain untuk dapat bekerja secara bergantian.

 

Inverter gelombang penuh

Inverter satu fasa dengan sistem jembatan atau gelombang penuh dapat dilihat pada rangkaian dibawah ini. Dimana komponen yang digunakan adalah 4 buah transistor dengan 4 dioda, yang akan menghasilkan diagram tegangan seperti pada gambar tersebut.

Demikianlah mengenai rangkaian inverter dan perbedaan yang ada, sehingga kita dapat menelaah secara mendalam mengenai masing-masing prinsip kerja inverter tersebut. Untuk kegunaan yang lebih luas, tentu memerlukan skema rangkaian inverter lebih rumit dari biasanya.

Ini akan memberikan pemahaman baru ketika kita menjumpai sistem kerja inverter dengan ragam baru sehingga mampu dipahami dengan baik seperti apa yang sudah kita ketahui lebih jauh dari apa yang disebutkan diatas. Pada akhirnya, kita akan menemukan banyak macam inverter untuk keperluan beragam, yang akan menghasilkan bermacam tegangan dari tegangan tinggi hingga kegunaan yang lebih spesifik dan memerlukan akurasi tinggi.