Penggunaan sensor gerak lampu dalam kehidupan sehari-hari memang banyak dijumpai, pada umumnya rangkaian sensor gerak pir ini terintegrasi dengan rangkaian lain dalam satu kesatuan sehingga membentuk perangkat yang akan beroperasi mengendalikan komponen lain, sebagai contoh adalah lampu penerangan.
Dalam hal ini memang kita tidak mudah untuk mengetahui seperti apa masing-masing komponen dari sensor gerak pendeteksi pencuri dan orang yang mau berbuat jahat misalnya, kalau hanya mengandalkan ciri fisik saja. Karena pemasangan rangkaian sensor pendeteksi gerak ini perlu adanya perangkat lain sebagai pendukungnya, misalnya untuk memutus dan menyambung arus listrik maka akan disambungkan dengan relay.
Sehingga penerapan fungsi sensor gerak yang sebenarnya adalah sebagai bagian dari suatu perangkat supaya perangkat tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya maka perlu adanya penambahan sensor gerak dengan sumber tegangan yang sesuai.
Penggunaan sensor gerak
Dalam kehidupan sehari-hari kita menjumpai begitu banyak model rangkaian sensor mendeteksi gerakan, baik itu yang sudah dijual dalam bentuk jadi maupun yang buatan sendiri. Tentu kita perlu memilih yang paling cocok untuk fungsi yang akan diterapkan pada suatu perangkat, sehingga menghasilkan perpaduan yang baik dan berguna cukup efisien.
Beberapa kegunaan sensor gerak:
- Untuk mematikan dan menghidupkan lampu
- Sebagai saklar kipas
- Untuk mengoperasikan motor listrik, dinamo, dll
Kita ambil contoh dalam menggunakan sensor gerak untuk lampu, maka perlu adanya beberapa komponen pendukung untuk memaksimalkan fungsi komponen sensor gerak tersebut, contohnya adalah transistor, resistor, dioda, dan relay.
Juga penggunaan sumber tegangan amatlah penting, entah itu menggunakan power supply atau dalam kegunaan yang lebih ringkas maka perlu menggunakan batu baterai sebagai sumber tengan DC. Ini memerlukan ketepatan dalam menentukan seberapa besar tegangan yang akan diberikan sehingga sensor dan komponen-komponen tersebut bekerja maksimal dan tepat. Biasanya tegangan yang diperlukan adalah tegangan DC 5-9 volt.
Skema sensor gerak PIR sebagai saklar
Dari beberapa model rangkaian sensor gerak, maka dibawah ini kita ambil contoh salah satu skema sensor gerak yang menggunakan komponen utama kit PIR dan disambungkan dengan beberapa komponen lain sehingga dapat difungsikan sebagai saklar elektronik, yang mana saklar elektrik ini dapat mengoperasikan banyak perangkat dengan daya besar.
Dari beberapa komponen yang digunakan ternyata tidak begitu susah mencarinya, hanya saja kita perlu memperhatikan kecocokan antara kit pir yang digunakan dengan komponen tersebut dari segi komsumsi daya atau tegangan sumbernya, dalam hal ini menggunakan tegangan 5 volt DC.
Rangkaian sensor gerak lampu bulb
Hampir sama dengan rangkaian sebelumnya, dalam model sensor gerak untuk menyalakan bohlam atau lampu bulb ini maka diperlukan kit sensor gerak beserta modul relay, yang mana biasanya 2 blok ini sudah terangkai sendiri-sendiri sehingga kita tidak perlu susah merangkainya.
Namun jika ingin membuat sendiri, maka kita dapat melihat beberapa komponen yang digunakan pada blok modul relay, yang mana dalam rangkaian ini terdiri dari beberapa komponen yang mudah dicari.
Pada rangkaian sensor gerak lampu penerangan diatas kita dapat melihat sumber tegangan yang digunakan adalah 9 volt DC, lebih besar dari tegangan pada modul sebelumnya. Ini mungkin berpengaruh pada kinerja modul relay yang digunakan, karena beberapa komponen yang dipakai juga memiliki spesifikasi berbeda.
Dari dua jenis rangkaian sensor gerak tersebut kita dapat memahami bahwa ada banyak hal dapat dilakukan menggunakan sensor gerak tersebut, tergantung keperluan yang akan dihasilkan apakah untuk skala besar atau hanya dalam ruang lingkup kecil saja.