Rangkaian Sensor Udara dengan Skema Pengukur Aliran Angin

Mengetahui lebih jauh seperti apa rangkaian sensor udara yang digunakan pada perangkat kendaraan bermotor misalnya mobil atau motor memang tidak semudah apa yang diperkirakan, perlu adanya pendekatan pemahaman menyeluruh sehingga sesuatu yang tadinya belum jelas perlahan akan menemukan titik terang yang nantinya akan dapat dianggap sebagai dasar untuk menentukan keadaan selanjutnya yang lebih baik dari apa yang diamati dengan seksama.

Rangkaian pengukur aliran angin ini dapat diterapkan pada perangkat yang lebih besar penggunaannya, sehingga digunakan untuk membaca aliran angin akan lebih mudah dilakukan yang nantinya akan menghasilkan data dengan kondisi tertentu sesuai kegunaan yang sudah diperkirakan sebelumnya. Pada dasarnya memang tidak banyak komponen yang digunakan pada sirkuit ini, sehingga kita dapat membuatnya sendiri dengan beberapa ubahan sesuai keperluan.

 

Pendahuluan

Udara yang mengalir disekitar kita akan memberikan efek dingin atau sejuk, hal inilah yang nantinya digunakan untuk membuat rangkaian sensor angin ini bekerja, bagaimana aliran udara dapat diukur intensitasnya dengan menggunakan sensor panas, yang akan membuat keadaan berubah ketika mendapatkan aliran udara dalam jumlah tertentu.

Baca juga:  Skema lampu otomatis pada penerangan jalan raya menggunakan sensor

Secara sederhana rangkaian ini mempergunakan lampu pijar atau bohlam sebagai sensor udara yang akan membuat perubahan pada filamen lampu tersebut ketika ada aliran udara yang kencang atau perlahan. Hal inilah yang mendasari sensor udara atau perubahan angin dapat dideteksi sehingga akan merubah panas yang terjadi pada filamen lampu.

Pada penggunaan yang lebih luas, kita dapat melakukan modifikasi sehingga rangkaian ini dapat diterapkan dalam berbagai keperluan yang lebih kompleks. Tentu saja harus melalui banyak ubahan sehingga akhirnya dapat digunakan untuk berbagai halĀ  yang lebih banyak manfaatnya.

 

Skema rangkaian

Lebih jauh membahas mengenai rangkaian ini maka kita patut membaca skema dengan menyeluruh, dan membuat kita menemukan hal baru dibalik adanya perubahan tersebut sehingga apa yang dilakukan nantinya akan berdampak baik dan dapat digunakan untuk menyalakan lampu dan membuat kita mengerti bagaimana prinsip kerja dari rangkaian ini.

Silakan simak skema dibawah ini untuk mengetahui jalur-jalur rangkaian dan bagaimana masing-masing komponen memiliki peran berbeda dalam fungsinya.

Baca juga:  Rangkaian Pendeteksi Asap, Sensor Asap, Api, Kebakaran dan Cara Kerjanya

Komponen yang digunakan:
R1: 100 Ohm 1/4W Resistor
R2: 470 Ohm 1/4W Resistor
R3: 10k 1/4W Resistor
R4: Resistor 1/4W 100K
R5: Resistor 1K 1/4W
C1: Kapasitor elektrolit 47uF
U1: 78L05 Voltage Regulator
U2: Op Amp LM339
L1: # 47 lampu pijar dengan kaca dihapus
D1: LED

Tanpa merusak filamen pada bohlam, kaca harus dihapus dari L1. Bungkus kaca di masking tape dan di catok. Secara hati-hati kemudian di ulir kebawah sampai kaca mentok terkunci, kemudian hapus bohlam dan hati-hati mengupas rekaman itu. Kalau dalam proses ini terjadi kerusakan pada filamen, maka perlu menggunakan lampu yang lain dan mengulang proses dari pertama.