Menu

Skema IC 4093 Nand, Fungsi, Dalaman, serta Contoh Penggunaan

Memahami skema IC 4093 yang seringkali digunakan dalam rangkaian IC nand memang perlu sekali, karena contoh penggunaan IC 4093 dalam rangkaian sehari-hari perlu diketahui mengingat penggunaan rangkaian yang memahami komponen IC gerbang logika saat ini sangat banyak. Sehingga kita tidak salah apabila berusaha mencari gambar dalaman IC4093 dan memastikan apa yang ada tersebut akan nampak lebih baik dari sekedar sesuatu yang patut diketahui dengan seksama.

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat terlepas dari perangkat elektronika yang menggunakan komponen IC didalamnya, mulai dari perangkat kecil hingga pengoperasian mesin mesin besar yang didalamnya juga terdapat rangkaian pengendali menggunakan sistem kerja IC 4093 sebagai salah satu komponen penting didalamnya. Tentu saja hal ini bukan perkara sederhana namun penerapan komponen kedalam rangkaian yang cukup kompleks sehingga kita patut memahami lebih jauh cara kerja untuk dapat mengetahui fungsi sebenarnya.

 

Pada dasarnya IC 4093 mungkin tidak memiliki spesifikasi dan atribut yang rumit, namun IC ini  memiliki banyak kegunaan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ini terdiri dari beberapa blok mendasar yang dapat dikonfigurasi sesuai dengan preferensi pribadi dan digunakan untuk berbagai aplikasi. Kita seringkali menjumpai banyak rangkaian yang menggunakan prinsip kerja IC4093 didalamnya dan akhirnya memungkinkan untuk mendapatkan fungsi lebih mendalam lagi mengenai hal apa saja yang patut diketahui.

 

Rangkaian transistor tester menggunakan IC 4093

Kita dapat memanfaatkan sebuah rangkaian sederhana penguji transistor berikut ini, dan mencari tahu apakah transistor yang diberikan baik atau buruk sebelum menyoldernya. Selain untuk mengetahui kondisi transistor apakah baik atau sudah rusak, dengan rangkaian ini Anda juga dapat mengidentifikasi tipe npn dan pnp dengan mudah. Penguji transistor ini memiliki indikasi LED tentang pin-out serta kondisi kerja transistor yang akan menyala bergantian antara warna merah dan hijau, sesuai kondisi transistor yang diuji.

Apabila transistor yang dimasukkan ke soket adalah tipe npn, arus mengalir dari pin output 4 gerbang N4 melalui kedua warna LED1 dan setengah hijau menyala. Ini karena konduksi transistor tersebut. Jika transistor adalah tipe pnp, aliran arus dibalik dan bagian merah dari kedua warna LED1 menyala. Ini terjadi karena tingginya tingkat keluaran pada pin 10 dan 11 dari gerbang N3 dan N4. Ini karena pin output 4 N2 berada pada level rendah.

Kita dapat mengumpamakan IC tersebut sebagai komponen elektronik yang memiliki beberapa input dan output tunggal, cukup seperti transistor, tetapi gerbang ini tertanam di dalam sebuah paket dan bukan komponen individual seperti transistor.

Namun gerbang yang dijelaskan di atas sama sekali berbeda dengan karakteristiknya dibandingkan dengan perangkat linear seperti transistor.

Gerbang hanya dibuat untuk menghasilkan set tegangan output tertentu sebagai respons terhadap set tertentu dari perintah tegangan input.

Pertimbangkan satu gerbang NAND yang akan memiliki dua input dan satu output.Berikan tegangan positif ke kedua input; Anda mendapatkan tegangan negatif pada pin output.