Menu

Skema Speaker Protector Agar Woofer tidak Rusak / Pecah

Salah satu bagian penting dalam sistem audio adalah loudspeaker, dimana komponen ini memiliki peran penting dalam berfungsinya sebuah kesatuan rangkaian sound system. Lantas bagaimana cara melindungi agar speaker tidak rusak dan memperbaiki bass speaker pecah suaranya? Ini yang kadang membuat bingung, termasuk menemukan skema speaker protector aktif yang sangat berguna untuk perangkat audio, mengingat rangkaian pelindung speaker ini memang terbilang cukup simple untuk dipahami namun seringkali terlewatkan oleh para pecinta audio.

Meskipun memiliki power amplifier dengan daya cukup tinggi dan dapat menghasilkan suara yang keras namun kalau tidak  dilengkapi dengan pengaman speaker tentu ini akan menjadi resiko tersendiri bagi rangkaian yang kita miliki karena dapat merusakkan woofer, tweeter bahkan midrange dari salah satu speaker yang digunakan. Sehingga amat penting untuk mencari pengaman dari hal tersebut yang akhirnya akan berguna dalam penggunaan jangka panjang.

Daftar komponen skema speaker protektor diatas:
– 5-pin 12-volt Relay – 2
– Transistors 2SC945 – 2
– Transistor 2SC9013 – 1
– Diodes 1N4007 – 5
– Elco 220 uF / 50V – 2
– Resistor 10 KOhms – 4
– Resistor 1 KOhms – 1
– Resistor 39 KOhms – 1
– Large 3-pin connectors – 2
– Small 3-pin connector – 1
– Trimpot of 220 KOhms or 500 KOhms – 1

Pada gambar diatas kita dapat melihat rangkaian pengaman speaker sederhana yang memiliki penggunaan yang sangat penting, dengan konfigurasi aktif menggunakan transistor dan tegangan untuk mengaktifkannya. Perangkat ni sangat penting terutama untuk melindungi pengeras suara dari sistem audio. Ini mencegah speaker dari suara bising saat kita menghidupkan power amplifier. Sehingga dapat mengurangi resiko kerusakan pula, yang akhirnya akan dapat menambah panjang umur pemakaian speaker yang kita miliki.

Rangkaian ini akan bekerja menggerakkan speaker setelah 3 hingga 10 detik sehingga sumber yang sama menstabilkan dan berhenti menghasilkan retakan dan suara yang dapat merusak speaker dan output transistor dari amplifier. Sirkuit ini bertenaga menggunakan catu daya yang diatur 12V. Jika Anda memiliki sistem audio berdaya tinggi, Anda dapat mencoba membangun sirkuit ini dan memasang sirkuit di dalam kotak amplifier.

Akan semakin praktis kalau dapat menyesuaikan bentuk pcb sekecil mungkin sehingga efisien dalam penempatan dan tidak mengganggu tempat yang seharusnya di isi oleh power amplifier sehingga akan sangat ringan untuk dibawa.

Ketika kita sudah memiliki gambaran akan bentuk sebenarnya dari rangkaian tersebut, maka dapat memulai pekerjaan dengan membuat gambar layout pada pcb yang akan berguna untuk menentukan keberhasilan dalam perancangan  yang kita lakukan.

Daftar komponen yang digunakan juga tidak sulit ditemukan di toko elektronik, sehingga kita dapat membuatnya sendiri dengan biaya yang minim namun menghasilkan sebuah karya yang layak dibanggakan. Dengan perpaduan yang cocok antara speaker dengan amplifier maka akan mengurangi resiko kerusakan dan memperpanjang umur pemakaian. Apalagi kalau kita memiliki rangkaian protektor speaker sendiri yang dapat diaplikasikan langsung pada perangkat yang ada dirumah.