Menu

Cara Modif Resistor Bass Tone Control Agar Suara Empuk Nendang

Letak Resistor Bass Tone Control


Mencari letak resistor bass pada tone control atau amplifier amat penting ketika kita hendak melakukan perubahan pada komponen tersebut, karena perubahan nilai resistor bass dapat menentukan besar kecilnya rentang nada bass yang dikeluarkan oleh woofer.


Sebuah tantangan tersendiri untuk mencari dimana jalur resistor bass pada ampli atau speaker aktif, yang lebih spesifik lagi adalah pada bagian tone control.


Namun ternyata dari beberapa kasus yang kami alami, letak resistor bass ini mudah dicari. Apalagi pada tone control yang menggunakan 3 potensio yakni bass, middle, dan treble.


Maka kita tinggal mengurut saja untuk mencari masing-masing komponen yang mempengaruhi suara ketiga fekuensi tersebut, yang mana itu adalah resistor dan kapatiso mylar.


Sebagai contoh, bisa Anda cermati pada gambar contoh diatas. Dimana letak resistor bass adalah pada jalur yang sama yang menuju potensio bass, jadi kita tinggal mengurut saja.


Untuk menambah atau mengurangi bass yang empuk dan bass nendang maka kita tinggal mengubah nilai resistor tersebut.


Bisa dikecilkan atau dibesarkan, maka perubahan suara bass akan dapat dirasakan dengan seksama.

Modif Resistor Tone Control Menambah Basss

Untuk menambah atau mengurangi kuantiti bass yang dihasilkan oleh tone control maka kita perlu mengubah nilai masing-masing resistor disekitar potensio seperti nampak pada gambar diatas.


Resistor yang dilingkari dapat dibesarkan atau dikecilkan niainya sesuai keinginan, sehingga menghasilkan nada yang di inginkan.


Yang mana pada akhirnya akan dicocokkan dengan penggunaan ampli dengan daya besar atau kecil sesuai kebutuhan.
Juga jangan lupa pada penggunaan speaker yang sesuai, maka semua gabungan tersebut akan menghasilkan suara yang seimbang dan jernih.

Efek Merubah Resistor Bass Tone Control


Perlu di ingat bahwa merubah nilai resistor pada tone control memang dapat menambah kuantitas bass, namun hal tersebut juga menimbulkan dampak pada sektor frekuensi lainnya.


Misalnya komposisi suara mid yang mundur, atau nada treble jadi tenggelam atau dalam kata lain mendem.


Ini tentu saja dapat diatasi dengan pengaturan lebih lanjut pada masing-masing bagian tone control, misalnya di imbangi dengan merubah nilai kapasitor yang berdampak pada masing-masing frekuensi.