Fungsi High, Mid Low pada Mixer Dan Bagian-Bagian Mixer Audio Lengkap

Pengertian

Mixer audio adalah perangkat atau perangkat lunak yang digunakan untuk menggabungkan, mengatur, dan memproses berbagai sumber suara dalam produksi audio, baik itu dalam rekaman studio, penampilan live, atau situasi lainnya.

Perangkat ini merupakan bagian wajib dalam sistem penguat audio melengkapi bagian lainnya yakni crossover dan power amplifier.

Contoh Mixer Audio

Penjelasan Tiap Bagian Mixer

Berikut adalah beberapa bagian utama dari mixer audio yang umumnya ditemui:

  1. Channel Strip:
    • Setiap saluran pada mixer memiliki strip sendiri yang terdiri dari berbagai kontrol yang dapat diatur sesuai kebutuhan. Ini termasuk kontrol gain, equalizer (EQ), kontrol pan, dan kontrol volume.
  2. Input Connectors:
    • Ini adalah tempat Anda menghubungkan berbagai sumber suara seperti mikrofon, instrumen musik, perangkat audio, dan lainnya ke mixer. Jenis konektor dapat bervariasi, tetapi yang umum adalah XLR untuk mikrofon dan konektor 1/4 inci atau XLR lainnya untuk instrumen atau perangkat audio.
  3. Gain/Trim Control:
    • Ini digunakan untuk mengatur tingkat sinyal yang masuk ke saluran. Ini adalah langkah pertama dalam mengendalikan tingkat audio dan memastikan sinyal tidak terlalu lemah atau terlalu kuat.
  4. Equalizer (EQ):
    • EQ digunakan untuk mengatur intensitas berbagai rentang frekuensi dalam audio. Ini dapat mencakup kontrol High (Tinggi), Mid (Menengah), dan Low (Rendah), seperti yang disebutkan dalam pertanyaan sebelumnya.
  5. Pan Control:
    • Kontrol pan memungkinkan Anda mengatur posisi audio di antara speaker atau kanal output stereo. Ini berguna untuk menciptakan efek stereo atau memusatkan suara ke satu sisi.
  6. Aux Sends:
    • Ini adalah keluaran tambahan yang memungkinkan Anda mengirimkan sinyal dari saluran ke perangkat efek eksternal atau monitor panggung.
  7. Fader:
    • Fader adalah kontrol volume utama untuk setiap saluran. Ini digunakan untuk mengatur seberapa keras atau pelan suara dari saluran tersebut.
  8. Mute dan Solo:
    • Tombol mute digunakan untuk mematikan atau mengaktifkan sinyal dari saluran tertentu, sedangkan tombol solo memungkinkan Anda mendengarkan hanya saluran tertentu secara eksklusif.
  9. Bus dan Grouping:
    • Mixer sering memiliki bus yang memungkinkan Anda menggabungkan beberapa saluran menjadi satu keluaran. Ini berguna untuk mengontrol beberapa saluran sekaligus.
  10. Master Section:
    • Ini adalah bagian dari mixer yang mengontrol keluaran utama, termasuk master volume, kontrol EQ global, dan efek seperti reverb atau delay yang diterapkan pada seluruh campuran.
  11. Metering:
    • Mixer biasanya dilengkapi dengan metering yang menampilkan tingkat sinyal untuk setiap saluran dan keluaran utama. Ini membantu dalam mengontrol tingkat audio dengan tepat.
  12. Headphone Jacks:
    • Mixer sering dilengkapi dengan jack headphone yang memungkinkan operator atau musisi mendengarkan campuran secara langsung.
  13. Power Supply and On/Off Switch:
    • Ini adalah bagian dari mixer yang mengatur daya operasional dan fungsi daya.
Baca juga:  Tips Menentukan Speaker Yang Cocok Untuk Power Amplifier

Setiap mixer audio bisa memiliki fitur tambahan atau varian tergantung pada jenis dan kompleksitasnya. Mixer dapat menjadi alat yang sangat kuat dalam produksi audio, dan pemahaman yang baik tentang bagian-bagiannya sangat penting untuk menghasilkan campuran audio yang berkualitas.

Fungsi Pengatur Nada High, Mid, dan Low

Pada mixer audio, terdapat beberapa pengaturan dasar yang disebut dengan “High,” “Mid,” dan “Low,” yang biasanya merujuk pada kontrol equalizer (EQ). Fungsi dari ketiga kontrol ini adalah untuk mengatur intensitas suara pada berbagai rentang frekuensi dalam audio.

  1. High (Tinggi):
    • Kontrol “High” digunakan untuk mengatur atau memanipulasi rentang frekuensi tinggi dalam audio.
    • Ini termasuk suara seperti treble, simbal, vokal tinggi, atau instrumen lain yang menghasilkan frekuensi tinggi.
    • Peningkatan kontrol “High” akan meningkatkan kejelasan suara tinggi, sementara penurunan akan mengurangi intensitasnya.
  2. Mid (Menengah):
    • Kontrol “Mid” digunakan untuk mengatur atau memanipulasi rentang frekuensi menengah dalam audio.
    • Rentang frekuensi ini sering mencakup suara vokal, gitar, keyboard, dan sejumlah instrumen musik lainnya.
    • Memanipulasi kontrol “Mid” dapat mempengaruhi kehangatan atau kehadiran suara di rentang frekuensi menengah.
  3. Low (Rendah):
    • Kontrol “Low” digunakan untuk mengatur atau memanipulasi rentang frekuensi rendah dalam audio.
    • Ini mencakup suara bass, drum, dan instrumen lain yang menghasilkan frekuensi rendah.
    • Mengubah kontrol “Low” akan mempengaruhi seberapa dalam atau berat suara rendah terdengar.
Baca juga:  Kelebihan Kekurangan Power Amplifier 3 Tingkat VS OCL

Dengan mengatur kontrol equalizer ini, Anda dapat menyesuaikan karakter suara audio sesuai dengan preferensi atau kebutuhan Anda. Ini membantu dalam mencapai keseimbangan suara yang diinginkan dalam campuran audio dan juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah tertentu, seperti mengurangi kebisingan rendah atau menyoroti vokal dalam suatu rekaman. Pengaturan EQ yang optimal akan bervariasi tergantung pada jenis audio yang Anda kerjakan dan preferensi pribadi Anda.