Penjelasan Cara Kerja Transistor Sebagai Penguat Suara

Transistor dapat dipakai untuk penguatan modulasi atau penguat suara.  Rangkaiannya ialah sebuah atau beberapa buah transistor dirangkai dengan beberapa tahanan (resistor) dan beberapa kondensator (kapasitor).  Biasanya, transistor yang diperlukan untuk rangkaian penguat suara ialah jenis PNP yang memang oleh pabrik dibuat untuk keperluan ini.  Umumnya menggunakan tipe OC71, 2SB175 atau yang sejenis.

Mengetahui seperti apa cara kerja transistor sebagai penguat audio amat penting untuk mencermati bagaimana penerapan komponen tersebut dalam sebuah rangkaian, khususnya agar menghasilkan kinerja puncak seperti yang dikehendaki.

Perhatikan contoh rangkaian penguat suara berikut ini!

Gbr. Transistor Sebagai Penguat Suara
Gbr. Transistor Sebagai Penguat Suara

 

Komponen dan nilainya

Daftar komponen :
C1 = 5uF – 35uF
C2 = 5uF – 50uF
C3 = 30uF
R1 = 1 – 20K Ohm
R2 = 5 – 20K Ohm
R3 = 3 – 15K Ohm
B = Baterai
Q = Mikrofon

Dari beberapa komponen diatas dapat kita lihat tipe yang digunakan adalah sangat umum sehingga mudah ditemukan di pasaran, juga skema rangkaian yang dipakai termasuk dalam kategori sederhana sehingga kita dapat membuatnya se efisien mungkin dalam penggunaan lebih lanjut.

Baca juga:  Pengertian Transistor

Cara kerja

Sekarang haruslah kita ketahui cara kerja dari semua komponen sebagai perangkat transistor penguat suara ini.  C1 yaitu kondensator elco menerima getaran suara dari mikrofon.  Sedangkan R1 (tahanan pertama) berfungsi untuk membangkitkan potensial forward bias (arah maju).  Dengan demikian tep basis dan emitor akan mendapatkan potensial yang besarnya tertentu.  R2 (tahanan kedua) bertugas menyalurkan potensial ke tep kolektor dan basis transistor.  R3 (tahanan ketiga), juga disebut resistor kolektor.  Fungsinya membangkitkan potensial suara yang sudah dihasilkan tahanan R1.

Getaran dari potensial tahanan kolektor tadi akan menghasilkan suara Vo (voltase output).  Sedangkan R4 (tahanan keempat) disebut Re (resistor emitor) karena berhubungan dengan tep emitor.  Fungsinya mencegah pengaruh panas pada transistor yang sedang bekerja.  Lalu C2 (kondensator elco kedua), penghubung transistor potensial suara dengan transistor lain.  C2 ini juga berfungsi untuk menahan aliran dari kaki kolektor agar tidak masuk ke kaki basis berikutnya.  Fungsi lain ialah meneruskan getaran potensial Vo dari kaki tahanan kolektor ke transistor lain.  Sementara C3 disebut kondensator emitor (Ce).  Fungsinya menyimpangkan aliran AC sehingga getaran potensial suara Vi yang diterima basis tidak mengalami aliran penentang.

Baca juga:  Bahaya Overheat Pada Transistor Power Amplifier dan Cara Mengatasi Transistor Yang Terlalu Panas

Apa yang dibahas dalam tulisan diatas adalah bagian dari penjelasan transistor dan prinsip kerjanya sehingga kita mengerti bagaimana menentukan komponen yang baik yang nantinya menghasilkan sesuatu yang baik  pula dan penggunaan dalam rangkaian akan menciptakan peluang untuk sebuah kesempatan yang menguntungkan.