Menu

Fungsi Transistor dan Cara Kerja

TransistorKurang lengkap rasanya ketika kita sudah pernah mengetahui apa saja macam transistor namun belum membahas tentang cara kerja transistor sebagai penguat maupun saklar. Dalam hal ini akan kita kupas tuntas mengenai fungsi transistor dan kegunaan komponen yang satu ini karena memang dari banyaknya komponen, transistor adalah salah satu yang sangat penting dan memiliki peranan utama untuk menunjang sebuah rangkaian elektronika dapat bekerja. Transistor adalah komponen semikonduktor, oleh sebab itu benda ini memiliki karakteristik dari kedua jenis komponen yakni dapat bersifat sebagai konduktor namun disaat kondisi tertentu dapat pula sebagai penahan atau basis dalam rangkaian. Sehingga memerlukan pemahaman mendalam sebelum kita dapat menyimpulkan akan seperti apa penjelasan mengenai transistor yang mungkin masih menyisakan banyak tanda tanya bagi pembaca karena bingung dengan berbagai ukuran dan cara membedakan transistor yang benar sehingga tidak akan keliru dalam pembacaan dan pemasangan nanti. Namun kalau kita sudah punya dasar keinginan untuk memahami dengan baik diantara bermacam transistor pasti akan mudah dalam belajar karena menemukan berbagai jenisnya memang rumit pada awalnya, namun terasa semakin terbiasa ketika kita mempelajari dengan serius.

Beberapa kegunaan transistor memang sudah kita ketahui namun akan lebih baik apabila memilah menjadi tiga bagian seperti dalam penjelasan dibawah ini karena akan membuat kita lebih mudah mengerti satu sama lain diantara hal penting yang seharusnya memang kita pahami dengan baik. Demikian pula ketika bicara soal komponen, maka akan lebih senang membaca ketika semua sudah dirinci dengan seksama sehingga tidak akan menyisakan kebingungan dibenak kita. Diantara kegunaan transistor yakni sebagai penguat, sebagai pemutus dan penyambung (saklar), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal dan berbagai fungsi lainnya. Transistor pun dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus input (BJT) atau tegangan input (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Transistor sebagai saklar. Dengan mengontrol bias dari transistor hingga komponen ini menjadi jenuh, akan menyebabkan seolah-olah diperoleh hubungan singkat diantara emitor dan kaki kolektor. Fenomena inilah yang dapat dimanfaatkan hingga transistor bisa dipakai sebagai saklar elektronika.

Transistor sebagai  penguat arus. Berdasarkan fungsi ini membuat transistor dapat digunakan dalam rangkaian power supply yang tegangannya diset. Dalam keadaan tersebut transistor haruslah terlebih dahulu dibias dengan tegangan yang konstan pada basisnya, tujuannya biar pada emitor menghasilkan tegangan yang tetap. Umumnya yang dipakai untuk mengontrol tegangan basis agar tetap adalah dioda zener.

Transistor untuk menguatkan sinyal AC. Selain sebagai penguat arus, transistor juga bisa digunakan sebagai penguat tegangan pada sinyal AC. Untuk pemakaian transistor sebagai penguat sinyal digunakan beberapa macam teknik pembiasan basis transistor. Dalam bekerja sebagai penguat sinyal AC, transistor dikelompokkan menjadi beberapa jenis penguat, yaitu: penguat kelas A, penguat kelas B, penguat kelas AB, dan kelas C.

Penting untuk dibaca: Jenis-Jenis Transistor

Pembahasan mengenai transistor diatas rasanya masih sangat kurang lengkap namun akan terus kami perbaharui seiring dengan kajian yang ada dan sumber yang kami dapatkan untuk memberikan referensi yang menarik bagi pembaca semua karena pengetahuan akan lebih baik ketika kita simpan ditempat yang orang lain dapat ikut mempelajarinya, salah satunya dengan menulis dalam blog ini. Kalau pembaca ingin menambahkan referensi lebih banyak silakan langsung menghubungi kami karena akan kami berikan kesempatan untuk menerbitkan tulisan di blog ini sehingga teman yang lain akan ikut mengetahui ilmu yang kita bagikan.

2 Comments
  1. Edizon Ello Agamua
  2. Armin stiadi