Begini cara mengukur motor kipas angin untuk mengetahui kipas rusak

Kipas angin adalah alternatif yang baik untuk mendinginkan suhu ruangan, memberikan pilihan sebagai alat penyejuk ruangan yang murah dan terjangkau daripada harus mengunakan air conditioner. Lantas bagaimana cara mengukur motor kipas angin yang benar? Apakah ada langkah untuk mengetahui kalau kipas motor rusak atau putus? Ini akan memberikan kesan bahwa kita dapat memperbaiki sendiri peralatan tersebut sehingga menghemat biaya sekaligus memberikan pilihan lebih terjangkau daripada harus membawanya ke tukang service.

Seringkali kita menemukan kipas angin rusak dan hanya didiamkan saja karena tidak tahu bagaimana cara memperbaiki kipas angin rusak motor atau motornya panas. Sehingga kita tidak memiliki pilihan lain selain membeli yang baru sehingga ada biaya yang harus dikeluarkan untuk kipas angin, padahal mungkin saja kita masih dapat memperbaikinya untuk digunakan kembali.

Dalam artikel ini admin berusaha memberikan petunjuk bagaimana cara mengetahui motor kipas angin yang rusak dan cara mengukur dengan benar sehingga kita dapat menarik kesimpulan kalau memang ingin tahu apakah motor tersebut putus atau masih baik-baik saja.

Baca juga:  4 Penyebab Nasi Hangus Pada Rice Cooker (Bau Gosong)

 

Mengetahui susunan kabel

Untuk mencari lebih jauh kerusakan pada kipas angin maka kita harus memahami bagaimana instalasi kabel dalam kipas angin. Pada umumnya kipas angin menggunakan dua macam kabel yang utama yang dapat Anda temukan.

Susunan kabel pada motor kipas angin ada 2 macam, kabel warna coklat dan kabel warna putih, kabel lainnya berwarna hitam. Umumnya kabel warna coklat akan tersambung pada kapasitor, dan kabel lainnya akan menyambung pada tegangan ac serta dari kapasitor ke kipas angin.

Selanjutnya kita perlu mengukur masing-masing kabel apakah masih tersambung dengan baik dan mengetahui apakah kondisi kapasitor dalam keadaan baik. Ini dapat dilihat dari fisik kapasitor, biasanya kalau rusak akan nampak terbakar.

 

Mengetahui kerusakan kipas angin dari fisik kapasitor

Secara sederhana kita dapat mendeteksi kerusakan kipas angin dari salah satu komponen yang paling sering mati, yakni kapasitor. Dengan melihat dari bentuk fisik saja kita dapat tahu bahwa kapasitor tersebut rusak, yakni ada bekas terbakar, ada bagian yang benjol, seperti meleleh, atau ada bekas gosong karena terlalu panas.

Baca juga:  Cara Menghilangkan Cacat Warna Biru Kemerahan Layar TV Terkena Gangguan Magnet

Kalau keadaannya baik-baik saja memang dapat dipastikan bahwa kapasitor tidak ada masalah, dan kita akan melangkah pada tahapan berikutnya yaitu mengecek kondisi motor kipas angin.

Kasus yang sering ditemui kerusakan pada kipas angin adalah kapasitornya yang rusak

 

Mengukur motor kipas angin apakah masih bagus atau rusak

Mengetahui lebih jauh bagaimana mendeteksi kerusakan pada motor kipas angin memang tidak mudah, ini disebabkan ada beberapa macam konfigurasi pada kipas angin. Misalnya kipas angin yang menggunakan tombol kecepatan, maka susunan spul motor kipas angin tersebut juga berbeda dengan yang sederhana.

Namun ada pula kipas angin yang hanya menggunakan satu kecepatan saja, ini jauh lebih mudah di urut jalur kabelnya.

Ada pula kipas angin yang bekerja menggunakan tombol digital untuk mengatur kecepatannya, maka kita juga harus memahami letak jalur pengukuran tersebut dengan membaca bagian-bagian pada tombol tersebut kemana arahnya.

Secara sederhana harus di urut terlebih dahulu jalur pengukuran yang menuju terminal kipas angin, kemudian baru di ukur dengan berpatokan pada ground atau salah satu terminal tegangan AC

Berikut adalah skema sederhana motor kipas angin yang dapat kita gambarkan:

Baca juga:  4 Penyebab TV Cepat Rusak, Service Televisi LG Ultra Slim Mati Total

 

Penjelasan sederhana mengenai pengukuran

Proses pengukuran kita menggunakan multimeter dengan posisi ohm, bisa x10 ohm atau x100 ohm untuk membaca tahanan pada spul kipas angin.

Selanjutnya ketika kita mengukur masing-masing terminal pada motor kipas angin maka akan diperoleh nilai hambatan yang berbeda, hal ini akan berpengaruh pada kecepatan putaran motor kipas angin tersebut.

Pada motor yang putus atau mati, maka jarum multimeter tidak akan bergerak yang menandakan spul motor tersebut putus. Maka dapat disimpulkan bahwa kerusakan ada pada motor kipas angin.

Sedangkan kerusakan pada motor lainnya yang dapat dilihat secara fisik adalah kondisi motor yang terbakar, meskipun belum putus namun kalau kipas angin dinyalakan biasanya akan menimbulkan bau terbakar, dan lambat laun akan panas yang menyebabkan kipas angin berhenti berputar. Maka hal seperti ini juga diakibatkan oleh kerusakan pada motor tersebut.