Resistor keramik atau resistor kapur, tentu kita pernah melihat komponen yang satu ini. Resistor kapur dapat dikenali dengan mudah karena bentuknya besar dan biasanya kotak dengan warna putih bersih. Lantas apa fungsi resistor keramic atau resistor kapur ini? Lantas bagaimana perbedaan resistor kapur dengan resistor biasa? Tentu saja kita perlu mengetahui lebih jauh penjelasan mengenai hal ini, serta karakteristik yang nampak dapat dilihat dari resistor ini dari sudut pandang orang awam maupun kita yang mungkin sudah mengerti mengenai komponen elektronika.
Dilihat dari bentuk, resistor kapur memiliki bentuk kotak dan lebih besar dari resistor pada umumnya. Misalnya pada resistor dengan kode warna kita hanya menemukan bentuk yang lumayan besar sampai 2 watt, maka pada resistor kapur terdapat bentuk yang besar sampai 20 watt.
Ini salah satu yang membedakan resistor putih dari resistor pada umumnya, dan dari fungsi kita juga dapat melihat perbedaan diantara keduanya.
Salah satu fungsi resistor kapur adalah untuk penggunaan perangkat dengan daya besar dan area panas, contohnya adalah pada power amplifier. Seringkali ditemukan resistor kapur terbakar namun tidak ketahuan, ini karena besarnya tahanan hampir tidak berubah meskipunn resistor sudah gosong, lalu ketika resistor kapur rusak suara ampli gimana? Ternyata kerusakan resistor kapur tidak terlalu berdampak ke suara, namun saat resistor putus barulah nampak kerusakan yang jelas, karena suara jadi pecah dan kecil.
Mengenal lebih jauh
Kalau kita membongkar resistor kapur ini maka akan nampak inti berupa lilitan menyerupai induktor berwarna putih, kawat yang terbuat dari bahan alumunium ini memiliki fungsi sebagai hambatan yang nilainya dapat berubah-rubah sesuai tingginya frekuensi yang melewatinya.
Jadi fungsi resistor kapur adalah untuk penggunaan pada rangkaian yang memiliki daya tinggi, karena ketahanan pada panas sehingga memungkinkan komponen ini bekerja pada daya tinggi. Fungsi lain adalah sebagai tahanan pada perangkat audio, atau tegangan listrik yang berhubungan dengan perubahan frekuensi. Sehingga resistor ini memang berbeda dari resistor gelang warna pada umumnya.
Beberapa perbedaan yang dapat diketahui:
- Bentuk fisik lebih besar
- Resistor kapur lebih tahan terhadap panas
- Penggunaan untuk rangkaian dengan daya besar
- Memiliki watt lebih besar
- Pemberian kode atau nilai yang berbeda dari resistor pada umumnya
Karakteristik dan penggunaan
Resistor putih memiliki ukuran lebih besar, dan material yang digunakan untuk membuatnya pun berbeda dengan resistor yang ukurannya lebih kecil. Oleh sebab itu, karakteristik dari resistor ini jelas tidak sama, dimana resistor kapur ketika dialiri listrik dengan frekuensi tertentu maka akan menghasilkan keluaran berbeda.
Misalnya ketika kita memasang resistor kapur pada rangkaian amplifier atau perangkat audio, maka sangat berpengaruh pada output audio yang dihasilkan ketika nilai dari resistor tersebut dirubah. Dan pada saat kita ingin menggunakan perangkat elektronika dengan daya besar namun kondisi listrik PLN tidak mendukung, maka kita sering melihat orang menambahkan resistor kapur yang dipasang seri dengan beban.
Ini jadi salah satu fungsi lain dari resistor ini, karena sifat induktor yang terdapat didalamnya maka dapat memberikan tambahan resistansi atau tahanan namun tetap dapat bekerja ketika dialiri listrik dengan tegangan tinggi atau daya cukup besar.
Penggunaan seperti ini nampak kita ketahui di rumah-rumah atau di perangkat elektronika yang menggunakan resistor kapur didalamnya untuk kegunaan yang berkaitan dengan watt atau daya besar dan tegangan tinggi.
Demikian beberapa hal penting mengenai resistor ceramic yang kerap kita sebut sebagai resistor kapur, mungkin ada banyak kekurangan dalam merincikan mengenai komponen tersebut. Kami sangat terbuka untuk menerima referensi dan masukan, jangan lupa tambahkan pada halaman pesan demi kemajuan bersama dan tetap dapat berbagi wawasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan dunia elektronika.
Fungsi Resistor Pada Speaker
Resistor pada speaker digunakan sebagai penambah impedansi, hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ohm pada speaker tersebut untuk mencapai konfigurasi tertentu.
Menambah impedansi speaker dengan memasang resistor secara seri umum digunakan pada speaker yang menggunakan amplifier daya rendah, misalnya pada amplifier portable dan audio mini.
Resistor yang dipakai adalah resistor dengan nilai ohm rendah mulai dari 1-100 ohm. Ini bertujuan untuk menambah impedansi speaker untuk mendapatkan katakter suara sesuai keinginan, atau untuk dipasangkan dengan amplifier agar sesuai.
Pada ampli dengan daya besar hal ini tidak disarankan karena dapat mengakibatkan resistor terbakar karena daya yang melewatinya melebihi standar.
Fungsi resistor pada Power Supply
Resistor juga dapat diaplikasikan pada power supply yang mana mempunyai fungsi untuk membatasi tegangan dan membagi tegangan sehingga dapat dicapai nilai tegangan sesuai dengan yang direncanakan.
Pemasangan resistor pada power supply ini biasanya dibarengi dengan penggunaan IC power supply untuk mendapatkan nilai tegangan yang stabil pada nilai tertentu.
Selain resistor, sering juga digunakan trimpot atau variable resistor untuk mengatur nilai tegangan agar lebih mudah mendapatkan rentang nilai tegangan yang luas.