Menu

Perbedaan Resistor SMD dengan Resistor Berkode Warna Biasa

Resistor chip sekarang ini banyak digunakan pada perangkat elektronika apalagi kalau perangkat tersebut memerlukan kekompakan ukuran dan fungsi sehingga memberikan kesan praktis dalam setiap hal yang dicapai. Resistor chip ini memiliki nama lain resistor smd, yang merupakan singkatan dari Surface Mounted Device, dengan ukuran mini memberikan banyak keuntungan dalam penggunaannya.

Apalagi material yang digunakan untuk membuat resistor smd juga bukan material biasa sehingga mempunyai spek yang tidak kalah dengan jenis resistor lain misalnya resistor gelang warna atau resistor kapur. Bagi yang belum terbiasa mungkin akan kesulitan mengetahui nilai resistor smd karena cara membaca resistor smd ini berbeda dengan resistor kode warna yang sudah pernah dibahas dalam tulisan sebelumnya.

Membahas mengenai perbedaan resistor smd dengan resistor biasa maka kita akan mengulasnya menjadi beberapa poin yang dapat Anda simak pada uraian dibawah ini sehingga dapat memberikan pemahaman bahwa secara fisik maupun spesifikasi mungkin memang ada perbedaan mengenai resistor chip smd ini dengan resistor yang mempunyai ukuran lebih besar.

 

Bentuk fisik

Resistor smd mempunyai bentuk kotak dengan  dimensi jauh lebih kecil dari resistor pada umumnya, pada kedua ujung resistor ini terdapat bagian dati metal yang berfungsi sebagai tempat penyolderan untuk  menyambungkannya dengan  PCB.

Bagian tengah dari resistor smd adalah material berbahan keramik yang membungkus inti resistor, material inti inilah yang mempunyai nilai tahanan dan terbuat dari lapisan metal film. Ini juga yang membedakan dengan resistor pada umumnya.

 

Akurasi tinggi

Resistor smd dibuat menggunakan material berkualitas tinggi, ini memastikan penggunaannya yang baik karena dipakai pada perangkat-perangkat yang membutuhkan nilai akurasi tinggi.

Dengan  bahan metal film maka dipastikan nilai toleransi tahanannya sangat kecil dibandingkan resistor dengan kode warna. Ini adalah salah satu perbedaan dengan resistor biasa.

Artikel menarik yang berkaitan: 4 Fungsi SCR Serta Pengertian

 

Cara membaca resistor smd

Hal lain yang membedakan resistor smd dengan resistor biasa adalah cara pembacaannya. Terdapat beberapa macam kode resistor smd yang perlu diketahui yaitu sistem 3 digit dan sistem angka 4 digit.

Pada resistor dengan pengkodean 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai resistansi numerik dan angka paling kanan adalah faktor pengalinya (pangkat dari 10 / banyaknya angka nol).

Contoh:

  • 103 = 10 x 10 3 = 10.000 ohm
  • 251 = 25 x 10 1 = 25 ohm
  • 491 = 49 x 10 1 = 490 ohm

Pada resistor dengan  pengkodean 4 digit, angka pertama, kedua dan ketiga menunjukkan nilai resistansi numerik dan angka paling kanan adalah faktor pengali (pangkat dari 10 / banyaknya nilai nol).

Contoh:

  • 7992 = 799 x 10 2 = 79.900 ohm
  • 2572 = 257 x 10 2 = 25.700 ohm
  • 9202 = 920 x 10 2 = 92.000 ohm

Pada resistor dengan sistem pengkodean EIA-96, ini biasa digunakan untuk resistor dengan nilai resistansi yang sangat presisi dengan toleransi kesalahan 1%. dalam sistem ini terdapat 3 digit angka dan huruf. digit angka yang pertama dan yang kedua adalah kode nilai resistansi dan huruf paling kanan menunjukkan faktor pengali (pangkat dari 10 / banyaknya jumlah nol).

Berikut tabel nilai dan value nya untuk mengetahui nilai resistor dengan pengkodean EIA-96:

img source: filesop.com

img source: filesop.com