Menu

Fungsi DIAC, pengertian, serta cara mengukur

DIAC adalah singkatan dari Diode Alternating Current yang mana memiliki simdol diac tersendiri dan berbeda dari komponen lainnya. Mengenai fungsi diac dalam penerapannya pada rangkaian elektronika akan kita bahas mendalam namun sebelumnya penting untuk mengetahui cara mengukur diac yang benar sehingga memberikan pemahaman menyeluruh terutama bagi yang masih ingin tahu dengan apa itu pengertian diac yang sebenarnya, dan apakah komponen ini termasuk salah satu yang penting digunakan dalam rangkaian elektronika atau hanya ditemukan pada perangkat tertentu saja, nanti akan kita bahas satu persatu.

 

Pengertian DIAC serta bentuknya

DIAC adalah komponen elektronika yang dapat mengantarkan arus listrik melalui dua arah pada tiap kakinya apabila tegangan sudah mencapai batas breakover dari tegangan kerjanya.

Komponen diac memiliki dua terminal yang mana kedua terminal ini masing-masing memiliki polaritas P atau positif, dan pada bagian tengah atau di dalam diac itu sendiri terdapat komponen N atau negatif yang nantinya akan mempengaruhi kinerja diac ini berdasarkan batas tegangan breakover-nya.

Lebih jauh membahas mengenai diac, maka kita dapat memahami simbol dari komponen ini yang memiliki kemiripan dengan simbol dioa, namun membentuk semacam 2 dioda yang tergabung menjadi 1 dengan kedua polaritas yang saling terbalik.

Adapun bentuk diac juga sangat mirip dengan dioda zener, berbentuk kecil dengan fisik berupa kaca atau silicon dan memiliki simbol warna tertentu pada bagian tengahnya. Selengkapnya dapat disimak pada gambar berikut.

 

Fungsi DIAC dan cara mengukurnya

Bukan hal baru ketika kita ingin membahas lengkap mengenai komponen diac ini, karena pada peruntukannya komponen ini memiliki peran penting dalam sebuah rangkaian elektronika.

Pada kondisi tertentu, diac berfungsi sebagai saklar otomatis yang akan terus menghantarkan tegangan ketika diberikan tegangan positif pada batas tertentu, dan akan otomatis memutuskan tegangan apabila tegangan yang diberikan terus dikurangi sampai mencapai titik nol.

Konstruksi dia ini semacam 2 buah dioda yang dipasang paralel namun saling berlawanan arah polaritasnya, sehingga diac akan tetap menghantarkan arus listrik dari dua arah apabila diberikan tegangan yang melebihi batas breakover-nya, seperti yang kita bahas pada ulasan diatas.

Untuk menandai masing-masing terminal atau kaki DIAC biasanya dilambangkan dengan A1 (Anoda 1) dan A2 (Anoda 2) atau MT1 (Main Terminal 1) dan MT2 (Main Terminal 2). Selengkapnya lihat simbol diac dibawah ini.

 

Mengukur DIAC

Kalau melihat pengukuran secara fisik memang akan sulit menentukan apakah diac rusak atau tidak, karena sepintas kalau kita ukur menggunakan multimeter pada posisi ohm maka akan nampak sama saja ketika dibolak-balik polaritasnya.

Namun mengukur dalam posisi DIAC dialiri tegangan akan lebih mudah dipahami, karena ketika diac rusak maka tegangan  tidak akan bekerja seperti ketika diac normal. Dalam hal ini tentu diperlukan ketelitian dan memahami karakteristik serta cara kerja dia secara mendalam sehingga dapat membedakan ketika komponen tersebut mengalami kerusakan atau bekerja normal dari aliran tegangan yang ada pada rangkaian.