Skema Sistem Pengapian Sepeda Motor CDI Serta Cara Kerja

Sistem pengapian pada motor adalah bagian penting yang harus diperhatikan, karena sistem pengapian memastikan bagian lainya berfungsi dengan baik. Dengan sistem pengapian lah maka kendaraan bermotor dapat bergerak karena komponen lainnya bergantung pada bagian pengapian ini, karburator, blok mesin, dan roda tidak dapat berputar tanpa adanya pengapian yang merupakan peranan penting dalam bagian-bagian kendaraan bermotor.

Salah satu sistem pengapian motor yang banyak digunakan adalah sistem CDI, dimana dalam sistem pengapian sepeda motor menggunakan CDI maka cara kerjanya adalah dengan meningkatkan energi pada kumparan yang disambungkan dengan capasitor sehingga menghasilkan tegangan tinggi sehingga dapat dipergunakan untuk komponen pengapian, dimana pengapian yang dihasilkan mampu membuat busi motor bekerja dan menghidupkan sepeda motor.

Cara kerja pengapian motor dengan CDI adalah dengan melipatgandakan kinerja coil  yang terhubung dengan capasitor pada sistem pengapiannya, kemudian tegangan yang dihasilkan akan membuat percikan api yang selanjutnya akan menyalakan busi dan karburator.

 

Jenis sistem pengapian yang banyak digunakan

Sebenarnya terdapat beberapa macam cara kerja pengapian pada kendaraan bermotor, namun disini kita hanya akan fokus membahas mengenai salah satu sistem yang banyak digunakan setidaknya dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga:  Pengertian Op-Amp, Fungsi, Rumus dan Kepanjangannya

Pada tahun 90an sistem pengapian yang digunakan adalah sistem platina, dimana pengapain disini menggunakan cara yang konvensional. Namun seiring perkembangan teknologi dibidang otomotif maka sistem ini mulai digantikan menggunakan sistem yang lebih efisien, irit, dan mudah.

Yakni sistem pengapian menggunakan prinsip kerja transistor sebagai bagian utamanya, sistem ini lebih mudah karena tidak memerlukan setting manual, sebagian besar sistemnya bekerja berdasarkan cara kerja transistor yang merupakan semi otomatis.

Salah satu yang paling populer adalah sistem pengapian CDI. Kepanjangan CDI adalah Capasitor Discharge Ignition, berdasarkan hal ini maka sistem ini menggunakan prinsip kerja kapasitor dan transistor yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan induktor atau coil dalam membangkitkan tegangan tinggi.

Tegangan tinggi inilah yang akan membuat percikan api yang selanjutnya akan menyalakan ruang pengapian pada karburator, dan membuat mesin bergerak.

Untuk jalur rangkaian sistem pengapian CDI ini bisa dilihat pada gambar diatas, dimana masing-masing komponen mempunyai peran penting dalam meningkatkan sumber tegangan  yang akan digunakan untuk menciptakan percikan api yang nantinya membuat mesin motor bekerja dengan baik.

Baca juga:  Rangkaian Pemantau Detak Jantung

Dari waktu ke waktu penyempurnaan pada sistem pengapian ini terus diperbaharui, demi efisiensi dan kemudahan yang lebih menyenangkan dalam membawa kendaraan bermotor. Oleh sebab itu tidak heran kalau saat ini sudah terdapat bermacam macam model kendaraan bermotor dengan teknologi yang disematkan didalamnya, yang nantinya akan jadi kendaraan masa depan yang banyak membantu kerja manusia. Dan kita dapat melihat kemajuan ini berkembang dengan pesat sehingga dapat memilih jenis kendaraan bermotor sesuai keperluan dan modal yang ada.